Durian merupakan tanaman buah tropika yang diduga asli
Indonesia. Buah dari tanaman ini sudah banyak dikenal masyarakat. Buahnya
memiliki citarasa manis, aroma yang khas dengan bentuk hampir membulat dan
kulit berduri. Harga buahnya pun relatif mahal. Umumnya harga sebuah durian mencapai
Rp 50.000 itu untuk yang bagus. Di Indonesia pun hampir setiap daerah memiliki
tanaman ini sehingga keanekaragamannya melimpah.
Indonesia memiliki keanekaragam genetik durian yang melimpah.
Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya beranekaragam spesies dan varietas
durian nasional. Dalam keanekaragaman spesies ada buah durian ada enak dimakan
dan ada yang tidak. Selain itu juga ada durian yang tidak bisa dimakan karena penyebab
tertentu.
Spesies durian yang enak dimakan ada banyak. Spesies ini beberapa
di antaranya adalah Durio kutejensis
(Lai), D. oxleyanus (Kerantungan), D. dulcis (Lahong) dan D. zibethinus. Umumnya yang sering
disebut durian oleh masyarakat adalah dari spesies D. zibethinus. Hal ini karena spesies ini memiliki citarasa manis
legit dan paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Selain keanekaragaman
spesies juga ada keanekaragaman varietas durian nasional.
Keanekaragaman varietas durian unggul nasional cukup banyak.
Hingga bulan Agustus tahun 2018 terdapat
102 varietas yang dilepas oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Varietas
pertama yang dilepas adalah varietas Sunan tahun 1984 yang berasal dari Kabupaten
Boyolali. Varietas terbaru yang dilepas adalah varietas MK Hortimart tahun 2018
yang merupakan introduksi dari Malaysia.
Durian merupakan buah tropika Indonesia. Buah ini sudah
dikenal oleh masyarakat dan memiliki keanekaragaman melimpah. Keanekaragamannya
dapat dilihat dari beraneka macam spesies dan varietas durian nasional. Meskipun
banyak tidak semua enak dimakan. Spesies yang enak dan banyak dikenal
masyarakat adalah D. zibethinus. Selain
itu terdapat 102 varietas durian yang telah dilepas kementerian. Dengan
beranekaragamnya durian, maka alangkah lebih bijaksana jika kita bisa menjaga
dan merawatnya. Agar kekayaan alam ini dapat dimanfaatkan dengan baik, tentunya
bisa dipanen dan dinikmati bersama hasilnya.


